Warta

Sekretaris Senat Unmul: Sebaiknya Ormas-Ormas yang Ada Itu Tidak Usah Ikut Campur

DEKADE.id, Samarinda – Senat Universitas Mulawarman (Unmul) merespon demonstrasi Aliansi Mahasiswa Unmul di depan Gedung Rektorat Universitas Mulawarman, Kota Samarinda, Kamis (8/10/2026) hari ini. Seperti diketahui, aksi tersebut dilatarbelakangi keresahan bersama atas dinamika Pemilihan Rektor (Pilrek) Unmul yang dinilai minim transparansi. Sehingga mengganggu ruang aman, kenyamanan, serta aktivitas belajar mengajar sana.

Usai menyampaikan aspirasinya, Aliansi Mahasiswa Unmul kemudian ditemui Sekretaris Senat Unmul, Prof. Aswin. Ia lalu memberikan penjelasan utuh mengenai seluruh tahapan proses Pilrek yang telah selesai digelar pada 30 September 2026 lalu.

“Sebagai anggota senat, kami menjelaskan saja apa-apa yang dilakukan oleh senat. Termasuk panitia menjadwalkan, kami ikuti. Kemudian ada penundaan dua kali seperti itu. Itu yang kami jelaskan dan berikan,” ulasnya, usai memberikan penjelasan kepada Aliansi Mahasiswa Unmul.

Mengenai penundaan tahapan Pilrek yang sempat terjadi, Prof. Aswin menjelaskan jika langkah tersebut diambil berdasarkan arahan kementerian akibat adanya pengaduan masyarakat. Ia menampik anggapan bahwa Senat Unmul terpengaruh oleh tekanan luar maupun keterlibatan partai politik.

“Saya tidak tahu ormas ini bagaimana pengaruhnya. Bahkan ada yang partai politik juga masuk katanya, tapi kita tidak sampai ke sana sebenarnya,” terangnya.

Penjelasan tersebut sekaligus menjawab sorotan Aliansi Mahasiswa Unmul terkait keberadaan organisasi kemasyarakatan (ormas) yang sempat menggelar aksi dan memblokir jalan akses menuju kampus. Prof. Aswin mengimbau agar pihak eksternal tidak ikut campur dalam urusan internal di Unmul.

“Kalau tanggapan kami sebaiknya ormas-ormas yang ada itu tidak usah ikut campur dalam kegiatan ini. Dan mereka juga sebenarnya tidak ikut campur,” tegasnya.

Menanggapi tudingan mahasiswa mengenai sikap rektorat maupun senat yang dinilai membiarkan kehadiran ormas dan aksi pemblokiran tersebut, Prof. Aswin membantah. Ia meminta agar tuduhan tersebut dibuktikan secara langsung kepada pihak-pihak yang terlibat di lapangan.

“Jadi kalau menuduh itu saya kira lebih baik orang yang bersangkutan dipanggil, ditanyai kan. Siapa yang mengoordinasikan Anda, seperti itu,” pintanya.

Untuk menindaklanjuti aspirasi dan tiga poin tuntutan yang dibawa oleh Aliansi Mahasiswa Unmul, Prof. Aswin berjanji akan menjembatani komunikasi antara perwakilan mahasiswa dengan pimpinan rektorat Unmul.

“Sesuai dengan permintaan mereka, saya akan komunikasi dengan Prof. Bohari selaku WR 4 agar bisa untuk menemui mereka, seperti itu,” tutupnya. (*)

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button