
Perubahan pada layout gedung seringkali dibutuhkan untuk menyesuaikan kebutuhan. Dalam hal ini ada banyak proses yang akan terlibat, tidak hanya perubahan fasad maupun interior gedung. Perubahan layout juga seringkali akan membutuhkan perkuatan struktur. Biasanya dalam kondisi seperti ini akan dilakukan pembongkaran dinding, pembuatan bukaan baru, dan lain sebagainya. Tentu semua proses tersebut akan menyesuaikan kebutuhan bangunan. Perubahan layout seperti apa yang diinginkan juga akan berpengaruh pada proses yang akan dijalankan.
Perubahan Layout yang Bisa Mempengaruhi Struktur
Berubahnya layout sebuah bangunan ternyata juga dapat memberi perubahan pada kapasitas beban strukturnya. Meskipun hal ini tidak selalu terjadi, namun sebagian besar memang seperti itu. Perubahan kapasitas beban karena adanya pergantian layout sebaiknya ditinjau lebih dalam agar nantinya tidak mengorbankan kekuatan dan daya tahan bangunan itu sendiri. Berikut adalah beberapa perubahan yang harus diperhatikan untuk menentukan apakah pergantian layout membutuhkan perkuatan struktur atau tidak.
Pergantian Fungsi Ruang
Saat ada pergantian layout, biasanya diikuti pula pergantian fungsi ruang pada bangunan. Jika fungsi ruang berubah maka perlu dilihat kembali apakah kapasitas bebannya harus ditingkatkan atau tidak. Perubahan fungsi seperti ini biasanya juga akan disertai kebutuhan peningkatan kapasitas beban. Apalagi jika bangunan sudah cukup lama tidak digunakan.
Dalam hal ini strengthening akan sangat dibutuhkan agar struktur ruangan bisa kuat menopang beban dalam menjalankan fungsi barunya. Sebaiknya pergantian fungsi ruang ini mempertimbangkan fungsi ruang sebelumnya. Jadi bisa dialihfungsikan tanpa perubahan yang terlalu signifikan.
Jika memang harus ada perubahan signifikan maka proses perkuatan struktur harus benar-benar direncanakan dengan baik agar bisa mengakomodasi tujuan tersebut.
Penambahan Ruang
Perubahan layout gedung juga biasanya meliputi penambahan ruang. Tentunya semakin banyak ruang maka akan semakin besar juga kapasitas beban yang diperlukan. Perlu ditinjau kembali ada berapa banyak ruang yang harus ditambah. Perhitungan beban juga dibutuhkan sehingga nanti bisa diketahui seperti apa langkah perkuatan struktur yang dapat dilakukan.
Namun perlu diketahui bahwa penambahan ruang juga tidak bisa dilakukan asal-asalan. Perlu diperhatikan kondisi dan layout gedung sebelum dilakukan perubahan. Pastikan bahwa penambahan ruang memang memungkinkan dan strengthening yang dilakukan bisa mengakomodasi hal tersebut.
Adanya Pembongkaran Elemen
Seringkali dalam proses perubahan layout gedung akan dilakukan pembongkaran elemen. Tentunya pembongkaran ini harus diperhitungkan dengan baik. Bisa dibayangkan apabila ada gedung berdiri kokoh kemudian ada elemen-elemennya yang dibongkar. Bisa jadi hal ini akan merusak keseimbangan dan menurunkan kekuatan struktur bangunan.
Itulah mengapa pembongkaran elemen harus dipertimbangkan dengan cermat. Pastikan bahwa proses ini tidak akan berpengaruh pada kekuatan struktur secara signifikan. Lalu perlu diperhitungkan juga apakah setelah proses pembongkaran tadi perlu dilakukan strengthening. Jika elemen yang dibongkar berhubungan langsung dengan elemen utama pada struktur bangunan maka langkah strengthening jelas dibutuhkan.
Pentingnya Evaluasi Struktur sebelum Renovasi
Sebelum melakukan perubahan layout bangunan, evaluasi sangat penting untuk dilakukan. Tentunya pemeriksaan dan peninjauan semua bagian dan elemen bangunan akan sangat membantu dalam proses renovasi.
Apalagi jika perubahan layout gedung nantinya diikuti oleh peningkatan kapasitas beban. Sudah pasti harus ada perubahan dan perkuatan pada struktur bangunan yang prosesnya perlu diperhitungkan baik-baik. Lihat dulu bagian mana saja yang perlu diubah dan akan dialihkan fungsinya. Perlu diperiksa juga kondisi bangunan sebelum diubah layout awalnya. Proses perkuatan akan semakin kompleks jika kondisi awal bangunan sudah banyak kerusakan.
Melalui evaluasi dan observasi yang teliti, maka bisa ditentukan area mana saja yang membutuhkan perkuatan struktur. Apalagi jika perubahan layout dilakukan untuk meningkatkan kapasitas beban, pastikan elemen yang akan diperkuat benar-benar jelas.
Selain itu penting juga untuk meninjau area yang mengalami kerusakan. Baik itu kerusakan struktural maupun non-struktural. Jika memang retaknya sudah dalam dan bersifat struktural maka tidak akan cukup hanya dengan perbaikan di permukaan. Pastikan harus ada perkuatan struktur dalam proses perbaikannya.
Gunakan Material Sika untuk Perkuatan Struktur Bangunan
Perubahan layout memang membutuhkan tahap perkuatan struktur yang harus dilakukan dengan menggunakan material berkualitas. Dalam proyek jni Anda bisa memakai produk semen dari Sika. Pilihan produk yang bisa digunakan ada Sika CarboDur dan SikaWrap.
Sika CarboDur adalah material semen yang biasa digunakan dalam proses strengthening. Bahan ini sangat cocok dipakai untuk perkuatan struktur beton dengan hasil optimal. Sika CarboDur merupakan material polimer yang diperkuat dengan karbon untuk memberikan hasil optimal. Material ini akan menghasilkan kekuatan yang tinggi dan anti korosi.
Ketahanan terhadap beban dari material ini juga sangat bagus. Kemudian SikaWrap merupakan jenis material polimer yang diperkuat serat kain. Material ini punya kekuatan yang bagus karena diproduksi dengan anyaman serat menyilang yang konsisten. Bentuk permukaannya fleksibel dan sangat multifungsi.
Sika punya pengalaman selama 115 tahun melayani berbagai jenis proyek besar. Salah satunya adalah proyek Jembatan Sungai Colorado yang ada di Amerika Serikat merupakan salah satu proyek besar dari Sika. Sika juga merupakan brand pertama sekaligus pencetus semen waterproofing di Indonesia.
Produk Sika merupakan material berkualitas tinggi yang akan sangat membantu dalam proses perkuatan struktur. Segera konsultasikan kebutuhan pemakaian material Sika sesuai proyek Anda bersama tim teknis melalui kontak resmi: Kontak/Dukungan Sika Indonesia. (*)


