Tom Mastny, Atlet Kelahiran Kaltim Pertama di MLB (1)
Riset mengenai Thomas Raymond Mastny pertama kali dilakukan sejak akhir 2015 lalu. Literasi mengenai atlet Major League Baseball (MLB) saat itu sejatinya tidak tersedia dalam bahasa Indonesia. Profilnya di laman Wikipedia jadi petunjuk pertama sekaligus yang menarik perhatian lantaran ia lahir di Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim).

INTERNATIONAL Focus (IF) Magazine edisi 30 April 2008 lalu, menurunkan sebuah artikel berjudul “Indonesian Contributions: Did You Know?” Reportase itu mengungkap, populasi penduduk Indonesia-Amerika yang signifikan di pelbagai wilayah Negeri Abang Sam di masa itu. Di antaranya South California, New York, Philadelphia, dan Washington, D.C..
Di wilayah metropolitan Seattle, mereka yang berdarah Nusantara juga hidup di San Francisco bay di Los Angeles. Populasi ini belum mencakup Overland Park, Dallas, Houston, San Antonio, dan El Paso. “Mahasiswa internasional Indonesia datang ke AS mulai tahun 1950-an untuk menempuh pendidikan tinggi di University of California, Berkeley,” tulis artikel yang disusun Susanne Rothschild itu.
Dalam banyak aspek –seperti tertulis dalam artikel “Indonesian Contributions: Did You Know?”– Indonesia disebut telah berkontribusi pada banyak hal di AS. Salah satu yang paling detail diulas, adalah sosok-sosok penting yang ternyata memiliki darah asli Indonesia. Ada 14 figur yang dianggap berjasa di pelbagai bidang –termasuk Chris Limahelu yang telah diulas Bekesah.co dalam 5 seri tulisan (BACA: Rekor Imigran Indonesia di Football America Era 70-an). Dari deretan daftar itulah, muncul nama Thomas Raymond Mastny atau Tom Mastny.

Pria kelahiran Kota Bontang 4 Februari 1981 itu, adalah pitcher andalan tim baseball profesional bernama Cleveland Indians –di Cleveland, Ohio– dan Florida Marlins –kini Bernama Miami Marlins yang berbasis di Miami, Florida. Dengan tinggi 1,98 meter, Mastny adalah satu-satunya pemain kelahiran Indonesia dalam sejarah MLB.
Mr. Nasty –demikian julukannya di lapangan– mulai bermain baseball ketika menempuh pendidikan di Furman University, Greenville, South Carolina, pada 2003. Di sinilah, ia kali pertama bermain dan langsung dinobatkan sebagai Best Pitcher. Sayangnya, catatan ini tak membuat karirnya moncer saat itu. Ia justru dianggap sebagai atlet yang tidak memiliki prospek. Dalam draft MLB 2023, Mastny bahkan baru dipilih Toronto Blue Jays saat putaran draft ke 11 –peringkat ke 320 secara keseluruhan.
Di AS, “Draft” merupakan sebuah sistem yang diperuntukkan untuk tim-tim olahraga profesional untuk mendaftarkan pemain-pemain berbakat dari pelbagai kelompok. Seperti sekolah tinggi, universitas, ataupun dari tim amatir ke tim mereka. Tim dengan rekor terburuk dalam satu musim, akan mendapat giliran pertama dalam sebuah draft.
Lalu, mengapa tidak tim dengan raihan terbaik yang mendapatkan giliran awal untuk draft? Ini dilakukan untuk memberikan kesempatan bagi tim yang lebih lemah untuk mendapatkan pemain bagus dan membangun tim mereka menjadi lebih kuat. Di AS, sistem draft diberlakukan di seluruh olahraga mayor. Selain MLB, draft juga berlaku di National Football League (NFL), National Hockey League (NHL), National Basketball Association (NBA), dan Major League Soccer (MLS). (fai)



