
DEKADE – Buat kamu yang baru mulai belajar gitar, pertanyaan paling sering muncul adalah: lebih bagus gitar akustik atau elektrik untuk pemula?
Wajar banget bingung, karena keduanya punya karakter yang berbedam ulai dari suara, kenyamanan dimainkan, sampai kebutuhan alat tambahannya.
Di artikel ini, kamu akan belajar cara memilih gitar untuk pemula secara simpel dan jelas. Kita bahas perbedaan gitar akustik vs elektrik, kelebihan-kekurangan masing-masing, serta checklist penting sebelum beli agar kamu nggak salah pilih.
Kenapa Pemula Harus Pilih Gitar yang Tepat?
Memilih gitar pertama itu penting, karena akan sangat berpengaruh ke semangat latihanmu. Gitar yang cocok bisa bikin proses belajar jauh lebih nyaman dan cepat berkembang. Berikut alasan kenapa pemula wajib memilih gitar dengan benar:
– Latihan jadi lebih nyaman karena gitar enak dimainkan dan sesuai kebutuhan.
– Mengurangi risiko cepat menyerah, terutama saat jari mulai sakit atau chord terasa susah.
– Meminimalkan “salah beli”, misalnya action senar terlalu tinggi, ukuran gitar nggak pas, atau ternyata butuh alat tambahan yang belum disiapkan.
Kalau gitar pertamamu sudah nyaman, progres belajar biasanya jauh lebih cepat.
Perbedaan Gitar Akustik vs Elektrik (Versi Paling Simpel)
Sebelum beli, kamu harus paham dulu perbedaan dasarnya. Ini versi paling mudahnya.
Cara menghasilkan suara
– Gitar akustik: suaranya keluar dari body resonansi, jadi bisa langsung dimainkan tanpa alat tambahan.
– Gitar elektrik: suaranya perlu ampli atau speaker, karena sumber suara utamanya dari pickup dan output audio.
Rasa saat Dimainkan (Feel)
– Akustik: senarnya cenderung lebih keras ditekan, apalagi kalau action tinggi.
– Elektrik: biasanya lebih ringan dan lebih nyaman, cocok buat pemula yang takut jari sakit.
Kebutuhan Alat Tambahan
– Akustik: cukup gitar + pick (opsional: tuner dan capo).
– Elektrik: butuh gitar + kabel + ampli (opsional: efek/pedal).
Jenis Musik yang Cocok
– Akustik: pop, folk, akustikan, fingerstyle, lagu-lagu campfire.
– Elektrik: rock, blues, metal, funk, dan genre yang butuh sound tebal atau distorsi.
Kelebihan dan Kekurangan Gitar Akustik untuk Pemula
Gitar akustik sering jadi pilihan pertama karena praktis. Tapi tetap ada plus minusnya.
Kelebihan Gitar Akustik
– Praktis, tinggal ambil dan langsung main kapan saja.
– Cocok buat latihan chord dasar dan strumming.
– Lebih hemat, karena tidak wajib beli ampli.
Kekurangan Gitar Akustik
– Jari bisa terasa lebih sakit di awal latihan, karena tekanan senar lebih berat.
– Kalau kualitas kurang bagus, action bisa tinggi, bikin cepat pegal dan susah main.
– Kurang fleksibel untuk sound “band” tertentu yang butuh efek atau distorsi.

Pilih Akustik atau Elektrik? Ini Panduan Sesuai Kebutuhan
Nah, ini bagian paling penting. Kamu tinggal sesuaikan dengan kebutuhan dan gaya belajarmu.
Kalau tujuanmu belajar chord & nyanyi → pilih ini
Kalau kamu ingin fokus bisa cepat mengiringi lagu sambil nyanyi, gitar akustik lebih praktis.
Tinggal main, tanpa ribet setting ampli. Biasanya pemula juga lebih cepat belajar pola strumming dan progresi chord pakai akustik.
Mulai paham main gitar dan tinggal di kos
Kalau kamu tinggal di kos dan butuh latihan yang lebih “aman” tanpa berisik, kamu bisa pilih:
– Gitar elektrik + headphone amp / ampli mini (lebih fleksibel dan bisa latihan pelan).
– Atau kalau ingin tetap nuansa akustik tapi tetap silent, kamu bisa pilih silent guitar seperti Yamaha seri SLG200.
Pilihan ini cocok buat kamu yang pengin latihan malam tanpa ganggu orang lain.
Checklist Cara Memilih Gitar untuk Pemula (Wajib Dicek Sebelum Beli)
Biar kamu nggak salah beli, ini checklist yang sebaiknya kamu cek sebelum membawa gitar pulang.
1) Ukuran gitar (jangan asal)
Ukuran gitar mempengaruhi kenyamanan. Pilihan umum:
– 4/4 (full size): paling umum untuk remaja dan dewasa.
– 3/4: cocok untuk badan lebih kecil atau anak-anak.
– Travel guitar: praktis dibawa, tapi feel dan suaranya bisa berbeda.
Saran simpel: pilih yang paling nyaman saat dipeluk dan dimainkan, bukan yang terlihat keren saja.
2) Neck terasa nyaman digenggam
Coba pegang neck gitar, lalu posisi tangan seperti main chord.
Perhatikan:
– Apakah neck terlalu tebal?
– Apakah jarak senar terasa terlalu lebar untuk tanganmu?
Neck yang nyaman bikin kamu lebih cepat belajar dan nggak cepat pegal.
3) Action senar (tinggi-rendahnya senar)
Ini salah satu faktor paling menentukan.
– Action terlalu tinggi bikin senar berat ditekan → jari cepat sakit → malas latihan.
– Idealnya action nyaman ditekan saat main chord.
Kalau kamu beli gitar baru tapi action terasa tinggi, biasanya bisa di-setting di toko atau dibawa ke teknisi.
4) Suara stabil & nggak fals berlebihan
Coba tuning dulu, lalu main chord sederhana seperti:
– G, C, D, Em
Kalau ada suara yang aneh, berdengung, atau terlalu fals di beberapa posisi, sebaiknya cek ulang.
5) Material dan build quality
Periksa detail fisiknya:
– Body rapi, tidak retak atau lemnya berantakan
– Fret tidak tajam di pinggir
– Senar tidak mudah “nyangkut”
Gitar yang build quality-nya bagus biasanya lebih enak dimainkan jangka panjang.
6) Brand & layanan servis (nilai plus)
Untuk pemula, pilih brand yang jelas supaya lebih aman dan mudah untuk setting/servis.
Beberapa brand yang umum dan mudah ditemukan:
– Yamaha
– Ibanez
– Lesley
– dan brand lain (termasuk lokal) yang kualitasnya bagus
Namun, untuk pemula biasanya Yamaha lebih direkomendasikan karena kualitasnya konsisten dan banyak pilihan seri pemula yang nyaman.
Kesalahan Pemula Saat Memilih Gitar (Biar Kamu Nggak Nyesel)
Ini beberapa kesalahan yang sering terjadi saat beli gitar pertama:
– Pilih karena murah banget, tapi ternyata action tinggi dan bikin sakit
– Salah pilih ukuran, jadi cepat pegal
– Nggak cek kenyamanan neck
– Beli gitar elektrik tapi lupa beli ampli/kabel
– Fokus tampilan doang, padahal feel-nya nggak nyaman
Ingat: gitar pertama itu bukan harus yang paling mahal—tapi harus paling nyaman untuk kamu latih setiap hari.
Adakah Rekomendasi Gitar Akustik untuk Pemula?
Jawabannya: ada, dan cukup banyak.
Pemula lebih bagus gitar akustik atau elektrik?
Kalau kamu benar-benar baru mulai dari nol, pilihan paling aman adalah gitar akustik, karena:
– lebih simpel
– bisa langsung dimainkan
– cocok untuk latihan chord dasar
Untuk rekomendasi awal, kamu bisa mulai dari:
– Yamaha C40
– Yamaha C70
Walaupun ada juga merek lain seperti Gibson, Ibanez, dan beberapa merek lokal, seri pemula dari Yamaha sering direkomendasikan karena kualitasnya bagus dan nyaman untuk belajar.
Rekomendasi Kursus Gitar di Jakarta
Kalau kamu ingin belajar lebih cepat dan terarah, kursus gitar bisa jadi pilihan bagus. Berikut beberapa rekomendasi tempat kursus gitar di Jakarta:
– Yamaha Music Square – Smile Music Plaza Indonesia
– Yamaha Music Square – Star Music Kota Kasablanka
– Yamaha Music Square – Topaz Mall Ciputra
– Nuansa Musik Pondok Indah Mall 2
– Premier Music Jakarta Timur
Dengan tutor yang tepat, kamu biasanya lebih cepat paham teknik dasar, ritme, dan posisi jari yang benar.
Penutup
Memilih gitar pertama itu sebenarnya gampang, asal kamu tahu kebutuhanmu.
Kalau kamu ingin yang praktis untuk latihan chord dan nyanyi, gitar akustik adalah pilihan aman. Tapi kalau kamu ingin feel yang lebih ringan dan fleksibel, gitar elektrik juga bisa jadi pilihan yang seru.
Yang paling penting: mulai dulu, konsisten dulu. Nggak apa-apa jari sakit sedikit di awal—itu tanda kamu sedang berkembang. Semangat belajar gitarnya, ya! (*)



