Pariwara

Berdayakan Bahan Lokal, Desa Wisata Sangkulima Sajikan Madu Kelulut dan Kelapa Jelly

Setelah sukses mengangkat Iwak Basumap sebagai ikon khas, Desa Wisata Sangkuliman kembali berinovasi melalui kuliner ringan dengan menghadirkan produk unik berbahan lokal. Yakni Es Krim Madu Kelulut dan Kelapa Jelly Madu Kelulut.

Sajian itu hadir dalam pelatihan di Desa Wisata Sangkuliman yang digagas Tim Pendamping Desa Wisata dari Polnes, belum lama ini. Kali ini, Chef Anjar Kembali menjadi mentor utama yang membimbing warga dalam mengolah produk kuliner berbasis potensi alam Desa Sangkuliman. Dengan kekayaan pohon kelapa dan melimpahnya lebah madu kelulut di sana, kedua bahan tersebut kemudian dipilih agar memiliki identitas yang kuat sekaligus mencerminkan kearifan lokal.

Dalam praktiknya, warga diajak membuat es krim madu kelulut. Teksturnya lembut, sehat, dan kaya gizi. Sementara kelapa jelly madu kelulut, dihidangkan dalam kondisi segar dan praktis sebagai kudapan sehat. Proses pelatihan tidak hanya fokus pada teknik memasak, tetapi juga membahas aspek higienitas, nilai gizi, tampilan produk, hingga strategi pemasaran agar layak dijual sebagai buah tangan khas Desa Wisata Sangkuliman.

Hal menarik adalah, pelatihan ini juga menjadi ruang belajar sekaligus wadah kreativitas bagi pemuda desa yang tergabung dalam organisasi Pokdarwis. Mereka didorong untuk aktif dalam setiap tahapan. Mulai dari persiapan bahan, pengolahan, hingga uji rasa dan pengemasan produk.

Dengan keterlibatan itu, produk kuliner ini tidak hanya sekadar olahan rumahan, tetapi berpotensi dikembangkan menjadi usaha kreatif yang berkelanjutan.

“Pemuda harus mengambil peran dalam inovasi kuliner ini. Dengan semangat Pokdarwis, mereka bisa menjadi motor penggerak untuk memperkenalkan dan memasarkan produk khas desa wisata kepada wisatawan,” jelas M. Fauzan Noor, Ketua Tim Pendamping Desa Wisata sekaligus Ketua Prodi D4 UPW Jurusan Pariwisata.

DAMPAK EKONOMI

Kehadiran produk baru ini diharapkan membawa dampak ekonomi nyata. Es krim dan kelapa jelly madu kelulut dinilai sangat potensial sebagai oleh-oleh khas bagi wisatawan yang berkunjung ke Desa Sangkuliman. Dengan modal bahan baku lokal yang mudah didapat, biaya produksi relatif rendah, namun memiliki nilai jual tinggi karena keunikan dan khasiatnya.

“Olahan sederhana bisa menjadi luar biasa bila dipadu dengan bahan khas lokal. Madu kelulut dan kelapa adalah kekayaan desa yang jika dikelola dengan baik akan mendatangkan nilai tambah ekonomi,” ungkap Chef Anjar.

Selain bernilai ekonomi, produk olahan ini juga membawa pesan keberlanjutan. Madu kelulut dihasilkan dari lebah tanpa sengat yang dikenal ramah lingkungan, membantu proses penyerbukan tanaman, sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem. Sementara itu, pohon kelapa adalah tanaman multiguna yang setiap bagiannya bermanfaat, sekaligus mampu tumbuh tanpa merusak lingkungan.

Kombinasi keduanya menjadikan es krim dan kelapa jelly madu kelulut bukan sekadar kuliner, tetapi juga bagian dari konsep eco-culinary tourism—wisata kuliner ramah lingkungan yang mendukung keberlanjutan alam dan budaya lokal. Dengan mengolah bahan alami tanpa menambah jejak ekologis berlebih, Desa Sangkuliman memperkuat citra sebagai tempat wisata yang menjunjung tinggi prinsip keberlanjutan.

“Kami melihat peluang usaha dari es krim dan kelapa jelly madu kelulut ini. Selain menambah penghasilan, produk ini juga mencerminkan gaya hidup sehat dan ramah lingkungan yang sangat cocok dipromosikan ke wisatawan,” ucap Rojali, Ketua Pokdarwis.

Program pendampingan kuliner ringan ini menjadi bukti nyata sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, Pokdarwis, dan masyarakat. Melalui pengembangan kuliner khas berbasis potensi lokal dan ramah lingkungan, Desa Sangkuliman semakin siap meneguhkan dirinya sebagai destinasi unggulan yang tidak hanya menawarkan keindahan Danau Semayang, tetapi juga menghadirkan pengalaman kuliner autentik yang unik, berdaya saing, sekaligus berkelanjutan. (*)

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button