Pariwara

Pokdarwis Desa Kersik Didorong Cipatakan Paket Wisata Menarik

DEKADE, KUKAR – Desa Wisata Kersik di Marang Kayu, Kukar, menunjukkan komitmen serius untuk berkembang. Hal ini terlihat lewat kegiatan pendampingan teknis dari Dispar Kukar yang berkolaborasi dengan Tim Dosen Jurusan Pariwisata Polnes.

Kali ini, kegiatan difokuskan untuk memberdayakan Pokdarwis Pantai Biru. Tujuannya, mengemas daya tarik alam dan budaya setempat menjadi paket wisata yang siap dipasarkan.

Muhammad Fauzan Noor, S.E.Par., M.Par., MMHTRL, tim ahli dari Polnes, memberikan pelatihan intensif dengan materi “Teknik Mengemas Paket Wisata”. Pelatihan ini bukan sekadar teori, tetapi juga praktik langsung hingga peserta mampu menghasilkan sebuah produk wisata yang utuh.

“Intinya, kami beralih dari hanya memiliki potensi, menjadi mampu menjual experience atau pengalaman yang tak terlupakan kepada wisatawan. Ini tentang bagaimana mengelola keindahan Pantai Biru dan kearifan lokal Desa Kersik menjadi sebuah cerita yang ingin dijalani oleh setiap pengunjung,” katanya.

Materi pelatihan yang diberikan dirancang sangat aplikatif. Para anggota Pokdarwis diajak untuk memahami perbedaan paket ready-made tour (yang sudah dirancang) dan tailor-made tour (sesuai permintaan). Mereka juga diajak mengidentifikasi 12 unsur penarik wisatawan. Mulai dari kerajinan tangan, makanan, hingga musik dan kesenian lokal yang dapat diintegrasikan ke dalam paket.

Peserta lalu diajak secara langsung merancang tour itinerary (jadwal perjalanan), menghitung tour costing (biaya paket) dengan cermat dengan mempertimbangkan fixed cost dan variable cost, hingga praktik membuat brosur promosi yang menarik menggunakan aplikasi Canva.

“Selama ini kami sering bingung menentukan harga yang pas dan membuat jadwal yang efisien. Dengan pendampingan ini, kami jadi lebih percaya diri untuk menawarkan paket wisata yang profesional,” ujar Jumriana, salah satu anggota Pokdarwis Pantai Biru.

KOLABORASI TRIPLE HELIX

Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari kolaborasi Triple Helix antara akademisi (Polnes), pemerintah (Dispar Kukar), dan Pemerintah Desa Kersik melalui komunitas (Pokdarwis). Kerjasama ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan destinasi wisata unggulan baru di wilayah Kukar.

“Kolaborasi itu kunci. Kehadiran akademisi dari POLNES di Desa Wisata Kersik bukan sekadar kunjungan, tapi kontribusi nyata. Mereka membawa metode dan standar industri yang membantu kami meningkatkan kualitas produk wisata local melalui perancangan paket wisata,” jelas Jumadi, Kepala Desa Kersik.

“Ini sejalan dengan semangat kami di pemerintah desa untuk terus bergerak maju—terlebih sejak status Desa Wisata Kersik resmi ditetapkan lewat SK Bupati pada 3 Maret 2025, bersama 5 desa wisata lainnya,” timpalnya. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button